Agribisnis: Peluang Usaha Tanaman Hias

Posted on January 24th, 2011 in Peluang Bisnis Tanaman Hias by Imani Satriani,SP.

Oleh Andi Amirullah

Mengamati besarnya permintaan terhadap beberapa jenis tanaman hias saat ini, terutama untuk kalangan hobiis dan floriis, masih sangat kecil volume yang dapat dipenuhi produsennya. Pasar yang semula hanya ada dibeberapa kota-kota besar di Jawa, saat ini sudah mulai merambah dan tumbuh pula di beberapa kota di luar Jawa. Suplai hanya berasal dari kebun-kebun produksi yang berskala kecil dari kebun-kebun sekitar DKI Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan beberapa kota lainnya di Jawa Timur.

Minat sudah mulai tumbuh dari masyarakat pengggemarnya. Apa lagi dengan upaya sosialisasi dan promosi melalui media cetak serta pameran-pameran yang diadakan secara berkala, maka tentu saja akan semakin mendorong pula bagi meningkatnya permintaan berbagai jenis komoditas tanaman hias. Hal inilah yang seharusnya menjadi motivasi bagi para petani produsen yang sudah ada untuk menambah skala usahanya menjadi lebih besar lagi, dan mendorong lahirnya growther-growther dalam upaya mengisi pasar lokal yang semakin berkembang.Kecilnya suplai yang dipasok, dan sedikitnya yang menjadi “pemain”, menjadikan beberapa komoditas ini hanya untuk kalangan tertentu saja, seakan eksklusif dan terkesan elitis. Akibatnya bila ditinjau dari sisi harga, maka dapat dirasakan relatif masih mahal bagi konsumen.

Terbukanya peluang usaha didorong tumbuhnya minat masyarakat penggemar yang semakin bertambah, dan kurangnya produksi oleh produsen lokal sendiri, serta kualitas produk yang seadanya maka hadirlah beragam produk impor dari produsen asing seperti Thailand, Taiwan, Australia, Malaysia, China dengan segala kelebihannya ke pasar lokal. Dan bahkan beberapa dari mereka sudah hadir ditengah-tengah kita. Datang ke Indonesia merelokasikan usahanya dengan membawa modal yang lebih besar dan teknologi budidaya yang lebih maju.

KIAT MERAWAT TANAMAN HIAS DALAM POT

Posted on January 24th, 2011 in Tanaman Hias by Imani Satriani,SP.

Oleh: Farid Budiyanto SP
Untuk memperindah dan suasana nyaman suatu rumah, banyak orang memanfaatkan tanaman sebagai penghias atau orang lebih mengenal dengan sebutan tanaman hias. Tanaman hias dapat ditempatkan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor), tentu dengan perbedaan tempat tanaman ini, kita juga bisa memilih menyesuaikan tanaman hias mana yang cocok untuk ditanam di dalam ruangan dan tanaman untuk di luar ruangan.

Sebagai panduan untuk memilih tanaman hias yang akan ditempatkan di dalam ruangan, kita pilih tanaman-tanaman hias yang tahan terhadap kekurangan sinar matahari, begitu juga sebaliknya untuk tanaman hias yang akan ditanam di luar ruangan atau halaman pilihlah tanaman hias yang membutuhkan air atau butuh penyinaran yang cukup.

Menanam
Menanam tanaman hias pada umumnya dapat dilakukan melalui dua cara yaitu tanaman ditanam langsung di halaman ada pula yang ditanam di dalam pot. Cara tanam seperti ini tentu akan memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Tanaman Unik yang Tetap Gengsi

Posted on January 24th, 2011 in Uncategorized by Imani Satriani,SP.

Tanaman yang sangat mudah dirawat dan dikembangbiakkan ini masih merajai dunia bisnis tanaman hias.

Aglaonema sempat menghebohkan pasar tanaman hias karena harganya yang fantastis. Mereka yang tadinya hanya sekedar hobi mengkoleksi tanaman hias ini, banyak yang beralih menjadi penjual tanaman hias daun ini.

Kemitraan Ekspor Tanaman Hias ala Pemerintah

Posted on January 24th, 2011 in Peluang Bisnis Tanaman Hias by Imani Satriani,SP.

Departemen Pertanian membangun kemitraan petani tanaman hias dengan eksportir. Kepada petaninya, pemerintah memberikan bantuan benih dan permodalan.Harapannya, perusahaan inti (eksportir) mengawal teknik budidaya dan dijual untuk pasar ekspor.

Direktur Budidaya Tanaman Hias Ir Agus Wediyanto, MSc mengatakan pemerintah mendorong kegiatan kemitraan itu agar keuntungan ekspor tanaman hias Indonesia juga bisa dinikmati rakyat.

“Kita dorong asosiasi tanaman bunga dengan petani tanaman hias di Batam untuk membuat kebun modern seluas 10 ha untuk dijadikan kawasan ekspor tanaman hias,” tambah Agus Wediyanto kepada Sinar Tani.

Menurutnya, kawasan ekspor tanaman hias di Batam tersebut, juga bermitra dengan petani tanaman hias di Sukabumi, Jawa Barat. Produksinya ditujukan untuk ekspor ke Korea. Kawasan itu dibangun akhir tahun 2008. Dan, pada Pekan Flori dan Flora Nasional 2010, targetkan sudah bisa dilakukan lounching ekspor tanaman hias dari kawasan tanaman hias di Batam tersebut.

Ravenia, Si Cantik Murah Meriah Penghias Taman Rumah

Posted on January 24th, 2011 in Tanaman Hias by Imani Satriani,SP.

Ravenia pink atau dalam bahasa latin disebut Ravenia spectabilis yang memiliki keistimewaan daun majemuknya yang sangat rimbun dengan warna bunga yang sangat kontras. Daunnya berwarna hijau bergradasi kuning. Bunganya warna pink cerah.

Slamet Budiarto, General Manager Gedongijo Nursery penyuplai aneka jenis tanaman hias ini mengatakan, kelebihan dari Ravenia tak lain dari bentuknya yang sederhana sehingga sangat cocok untuk dijadikan salah satu elemen taman rumah. Ravenia juga cocok disandingkan dengan tanaman-tanaman lain yang bentuknya lebih kompleks ataupun sebaliknya. Warna bunganya yang mencolok mata itu membuatnya sangat cocok dijadikan sebagai tanaman pembatas rumah. Akan tetapi, akan lebih indah lagi apabila ditanam secara berkelompok di sudut taman sehingga keindahan bunga terlihat serempak.

Selain itu, kata Slamet, harga Ravenia per tanamannya dikategorikan cukup murah jika dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Faktor harga yang terjangkau ini, membuat Ravenia menjadi cukup popular di kalangan ibu-ibu rumah tangga penggemar tanaman hias. “Untuk Ravenia berukuran 17 cm harganya hanya Rp. 40.000 per tanaman”, ujar Slamet pedagang tanaman hias ini.

Memetik Dolar dari Tanaman Hias

Posted on January 24th, 2011 in Peluang Bisnis Tanaman Hias by Imani Satriani,SP.

Total perdagangan tanaman hias dunia mencapai 90 miliar dolar AS/ tahun. Transaksi itu jauh lebih besar dibanding transaksi alas kaki (sepatu) yang hanya 60 miliar dolar per tahun. Indonesia baru mampu mencetak dolar dari ekspor tanaman hias sebesar 15 juta dolar AS, atau hanya seperenam ribunya (1/6 ribu).

Beberapa negara yang terjun di bisnis tanaman hias sudah bisa menikmati devisa ekpornya. Costarica misalnya. Negara itu terjun di bisnis ini tahun 1970, kini devisa yang diperoleh dari tanaman penghias ruangan ini mencapai 400 juta dolar AS/tahun. Lalu, Kolombia yang terjun di bisnis ini setahun sebelum Costarica, kini bisa mendapatkan devisa dari ekspor tanaman ini sebesar 1 miliar dolar AS. Dan Indonesia baru bisa mendapat devisa dari tanaman hias 15 juta dolar saja.

Dirjen Hortikultura Departemen Pertanian Dr Achmad Dimyati mengatakan Departemen Pertanian mengupayakan agar tanaman hias Indonesia bisa go internasional. ”Tanaman hias kita akan go internasional yakni berorientasi ekspor,” tuturnya kepada Sinar Tani.

Kawasan ekspor tanaman hias telah dibangun, antara lain di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. ”Kawasan-kawasan itu dibuat untuk bisa menghasilkan tanaman hias yang bermutu dan sesuai selera pasar internasional,” tambahnya. Untuk itu dalam budidayanya para petani diajak menerapkan prinsip-prinsip budidaya yang baik (Good Agricultural Practices/GAP) dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP).

Tanaman Hias “Sansevieria” Yang Mampu Menyerap Ratusan Racun Di Udara

Posted on January 23rd, 2011 in Tanaman Hias by Imani Satriani,SP.

http://3.bp.blogspot.com/_NTmwtL7szEY/S-opOgCY-PI/AAAAAAAAA88/FkEVWXP2A3o/s1600/Sansevieria-BFS1001-.jpg

Fakta menarik mengungkapkan, bahwa Lembaga Penerbangan Antariksa AS (NASA), menanam ribuan tanaman hias “Sansevieria” di dekat instalasi nuklirnya. Lokasi penanaman ini, hanya berjarak sekitar 10-25 meter dari instalasi nuklir tersebut. Gunanya ialah apabila suatu saat terjadi kebocoran, maka ribuan sansevieria tersebut akan meredamnya.

Ya, ternyata tanaman hias Sansevieria atau dikenal juga dengan sebutan Lidah Mertua adalah tanaman antipolutan yang juga penangkal radiasi.

Beberapa penelitian menunjukkan, Sanseveira mampu menyerap 107 jenis racun. Termasuk racun-racun yang terkandung dalam polusi udara (karbonmonoksida), racun rokok (nikotin), bahkan radiasi nuklir.

Riset lainnya dapat disimpulkan, bahwa untuk ruangan seluas 100 m³, cukup ditempatkan Sansevieria Lorentii dewasa berdaun 5 helai, agar ruangan itu bebas polutan.

Ciri spesifik yang jarang ditemukan pada tanaman lain, diantaranya mampu hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas, sangat resisten terhadap gas udara yang berbahaya (polutan), bahkan mampu menyerapnya sehingga di daerah berlalu lintas padat.

Dan di dalam ruangan yang penuh dengan asap nikotin, dimanfaatkan sebagai antipolutan (air freshener). Sementara di Afrika, getah Sansevieria dimanfaatkan sebagai anti racun ular dan serangga.

Sebagai tanaman hias sansevieria sangat mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak lahan. Sansiveria (lidah mertua) memang sering kita temui di pekarangan rumah di kampung-kampung, baik itu ditanam di sekitar pagar maupun di dalam pot, tetapi mungkin kita belum banyak mengetahui akan salah satu fungsinya yang anti polutan dan radiasi, jadi bagi yang belum buruan kita tanam di rumah kita. (“,)v

Derajat Keasaman (pH) Media Tanam: Asam atau Basa?

Posted on January 23rd, 2011 in Tanaman Hias by Imani Satriani,SP.
Mengetahui derajat keasaman media tanam (pH) sangat diperlukan sebelum dan sesudah menanam suatu tanaman. Karena derajat keasaman sangat menentukan ketersediaan nutrisi di dalam media yang akan dipergunakan oleh tanaman.

Seringkali kondisi media tanam sesudah ditanam dan telah lama dibudidayakan mengalami kenaikkan atau penurunan pH yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Umumnya pH yang diperlukan tanaman sekitar 5 – 6,5, dimana baik unsur makro (N, P, K, Ca,Mg,S) dan mikro (Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo ) tersedia bagi tanaman.

Tips Media Tanam dalam Pot

Posted on January 23rd, 2011 in Tips Tanaman Hias by Imani Satriani,SP.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias dan buah dalam pot berjalan dengan normal apabila didukung oleh media tanam yang sesuai.

Komposisi media tanam untuk tanaman hias dan buah umumnya menggunakan tanah dengan kombinasi kerikil, sekam mentah, pupuk organik (pupuk kandang/kompos) dan lain-lain.

Namun dengan berkembangnya kesadaran masyarakat akan nilai keindahan, maka beberapa tanaman hias yang biasanya merupakan tanaman outdoor ditempatkan dalam kondisi indoor untuk beberapa waktu (maksimum 1 minggu),sedangkan untuk tanaman hias indoor tetap dalam posisi di dalam ruangan, tetapi waktu penempatan agak lebih lama (3-4 minggu).

Dengan tidak sekedar melihat aspek keindahan penempatan tanaman hias di dalam ruangan, aspek kerapian dan kebersihan media tanam dan pot juga memegang peranan. Sehingga memunculkan media tanam alternatif (non tanah), dimana media tanam ini bertujuan tidak sekedar sebagai tempat jangkar akar tanaman untuk mencari nutrisi, tetapi juga bertujuan memberikan nuansa rapi dan bersih.

Beberapa komposisi media tanam:

A. Tanaman Berkayu (tanaman hias daun/bunga, tanaman buah)
1. Tanah tanam (hindari tanah berliat/berlempung) (1 bagian)
2. Pasir hitam (Cimangkok) atau kerikil (1/2 bagian)
3. Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) (1/2 bagian)
4. Sekam mentah (1/2 bagian) – (pilihan)
5. Sekam bakar (1/2 bagian) – (pilihan)

Kontroversi Adenium: Origin (Asli) dengan Sambungan (Grafting)

Posted on January 23rd, 2011 in Tanaman Hias by Imani Satriani,SP.
Ada produsen adenium yang menyatakan bahwa produk kami adalah tanaman asli atau orisinal istilahnya. Ada pula yang menyatakan produk tanaman kami dari hasil sambung (grafting) yang mempunyai produk berupa bunga yang sama warna dan coraknya dengan induknya. Lalu mana yang benar? Berikut info tentang pemahaman tanaman adenium asli sehingga pembeli tidak merasa salah membeli atau tertipu.

Kebingungan di atas tidak perlu terjadi pada konsumen sebagai pembeli, apabila dari pihak produsen atau nurseri yang menjual adenium memberikan penjelasan yang jujur asal-asul produk tanaman adenium yang dijual. Keterbatasan pengetahuan akan ilmu pertanian bisa menjadi penyebab salah memberikan info kepada konsumen.

Tanaman adenium (asli) mempunyai beberapa pengertian (1) asli asal tanaman diperoleh, (2) asli dari persilangan dan (3) asli dari indukan bunga yang terpilih.

1. Asli asal tanaman diperoleh
Menunjukkan asal dari tanaman adenium diperoleh, apakah berasal dari lokal
atau luar negeri.

2. Asli dari persilangan
Mengacu pada tanaman yang berasal dari persilangan (perbanyakan generatif).
Perlu ditekankan disini bahwa tanaman asal persilangan per individunya
mempunyai variasi/keragaman sifat baik ukuran tanaman, daun dan bunga atau
yang dikenal dengan istilah Off Type.

3. Asli dari indukan bunga yang terpilih
Tanaman diperoleh dari perbanyakan vegetatif dari tanaman induk yang mempunyai
bunga yang terseleksi/terpilih. Perbanyakan yang dimaksud salah satunya
dengan cara disambung (grafting), sehingga dengan demikian tanaman yang
diperoleh mempunyai bunga yang sama dengan induknya (True to Type).

Next Page »